Anjing Sedap Malam
21 Juli 2010
1 komentar
Cerpen Eko Tunas (Suara Merdeka, 18 Juli 2010)
LOLONG anjing terdengar di seluruh kota, bahkan dari jarak meluluh jauh. Membayang moncong-moncongnya mendongak ke kegelapan langit malam. Kekelaman tersaput kepulan asap menghitam dari gedung-gedung tinggi kotak-kotak nyala neon. Bagai bintang-bintang segi empat di antara mega mendung paling gulita. Bau api yang membakar meruap, dan api terus berkobar. “Adakah anjing yang manis, sayangku…?“ Suara di balik teriakan-teriakan parau. Adakah cinta telah berganti rupa, “…dan engkau tetap anjing kecil kesayanganku, manisku… manisku…?“
Lirih suaranya seperti lagu 60-an.
Bahkan anjing pun bisa menjadi lagu.
Juga lagu tentangmu… Read more…
Categories: Fiksi(kah?)

Komentar Terakhir