Beranda > Curahan hati... > Subject

Subject

Subject, dalam kamus bahasa Inggris berarti: kb. 1 pokok, persoalan (for discussion). 2 Gram.: pokok kalimat. 3 mata pelajaran (of intruction). 4 mata kuliah (of study). 5 warganegara.

Subjective, entah kenapa dalam kamus yang saya baca tidak terdapat kata ini. Mungkin sekali karena kamus yang saya baca subjective. Kamus ini hanya salah satu jenis kamus elektronik yang jumlahnya bejibun. Karena itu mungkin sekali dalam kamus yang saya baca kata ini tidak tersedia, tetapi dalam kamus yang lain tersedia, setidaknya dalam turunan katanya. Ngomong-ngomong tentang subyektif (di Indonesiakan), rasanya setiap diri kita sudah akrab dengan maksud kata ini. Subyektif yang saya maksudkan yaitu menilai sesuatu menurut sudut pandang pribadi, sesuai dengan persepsi orang yang bersangkutan. Sah-sah saja bagi setiap orang untuk menilai sesuatu menurut sudut pandangnya. Yang menjadi masalah adalah apabila antara satu orang dengan orang yang lain saling merasa benar dengan persepsi masing-masing. Keadaan ini bisa menimbulkan rasa yang kurang kondusif. Dimanapun, Di rumah, di sekolah, di kampus, di kantor, bahkan di lapangan.

Mengapa banyak orang belum bisa menerima perbedaan subjektifitas dengan baik? termasuk saya sendiri. Bagi saya sendiri, hal itu kadang-kadang memang berjalan di bawah alam sadar kita. Tatkala kita merenung sejenak, kenapa ya tadi saya tidak mencoba memahami sudut pandangnya? Padahal seandainya kita bisa memahami atau paling tidak mengerti persepsi dan sudut pandang orang lain, potensi diri kita akan ter up grade dan wawasan kita akan bertambah luas.

Karena itu, kita dan saya sendiri harus banyak belajar untuk mengerti, berempati, dan berusaha mengenal persepsi dan sudut pandang orang lain. Semoga di kemudian hari kita bisa menikmati perbedaan sudut pandang, perbedaan persepsi, dan yang sejenisnya untuk meningkatkan kreativitas dalam diri kita. Seperti salah satu judul skripsi sahabat saya yang belum selesai sampai tulisan ini diposting, “persepsi mahasiswa tentang pengauditan”, dalam persepsi saya, dia malas-malasan, akan tetapi setelah saya tanyakan alasannya secara langsung, perlu dicatat, saya menanyakan secara langsung, dia punya alasan yang kuat mengapa skripsinya belum juga selesai. Dan dengan tersenyum saya berkata, “persepsi dan subjektivitas kita memang berbeda kawan, tetapi bukan berarti kita tidak bisa menjadi sahabat kan?”

Untuk sahabatku, Luthfi Yunan, kapan kau akan menyelasaikan “persepsi”mu kawan? ^_^

keep in spirit…

Kategori:Curahan hati...
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: