Beranda > Fiksi(kah?) > Hari yang indah

Hari yang indah

10.05

Ada sms masuk dari teman satu geng berbunyi “Hari ini jam 10.00 ada kuliahnya Pak XXX di ruang B 303 fren, udah ditunggu temen-temen tuh…” Terang saja saya yang sedang enak-enakan nyantai habis mencuci dan nyetrika baju langsung bersiap-siap berangkat, tidak sempat mandi dan hanya mencuci muka untuk menjaga kerapian.

10.15

Kampus sepi, mungkin anak-anak sudah pada masuk ruangan. Aku terus saja menuju ruang B 303 yang dimaksud teman-temanku. Sesampainya di ruangan itu saya tidak melihat adanya perkuliahan yang semestinya, ruangan itu kosong, sepi, dan sama sekali tidak sedang digunakan untuk perkuliahan. Setelah bengong beberapa saat akhirnya saya sadar bahwa saya telah dikerjain oleh teman saya tadi. Dengan rasa dongkol sekaligus malu, saya segera menyusul ke tempat kos tersangka pengirim sms tidak bertanggungjawab tadi.

11.30

Di kos tersangka pengirim sms. Beberapa temanku sedang asyik makan mi goreng sambil nonton TV. Saya datang dengan wajah kusut dan sedikit memalukan. Begitu saya tiba di depan teman-teman, apa yang terjadi…

Saya ditertawakan semua teman-teman dengan sukses. Sukses besar mereka mengerjai saya. Saya hanya bisa bersungut-sungut, tetapi lalu tertawa juga bersama mereka. Pertemuan geng kali ini bener-bener ceria dan penuh kehangatan.

12.00

Sampai di kosan kembali untuk bersiap-siap kuliah jam 13.00. Saya mandi dan merapikan persiapan kuliah yang sedari tadi pagi belum sempat dirapikan.

13.00

Di ruang kuliah. Seperti biasa anak-anak akan bergurau sebelum sang dosen datang ke ruangan. Tiba-tiba temannya si tersangka pengirim sms maju ke depan kelas, hening, dan semua perhatian tertuju padanya. Saya sendiri juga heran karena sepertinya akan ada sesuatu berita yang besar, karena dia meminta perhatian secara formal dari teman-teman sekelas yang lain.

“Teman-teman, mohon perhatiannya sebentar, saya akan mengumumkan hal yang sangat penting bagi kita semua. Tahukah teman-teman bahwa (menyebut namaku) belum mandi?”

Mendengar berita tersebut semua anak di dalam kelas tertawa dan gaduh tidak karuan. Ya ampun malunya, saya melirik kearah sumber berita, tetapi malah membuat mereka semua tertawa lagi… Mimpi apa aku semalam ya… karena tidak mau kalah aku menimpali “biar belum mandi tapi kan tetap cantik, ya tho?” Teman-teman menyahut ramai-ramai, “yeeee, narsisnya kumat lagi tuh.”

…..

(Aku tersenyum hari ini, diceritakan kembali dengan bijak…)

Kategori:Fiksi(kah?)
  1. aansubarkah
    17 Desember 2008 pukul 10:49

    masih kurang konsisten menggunakan kata ganti orang pertama, kadang “aku”, kadang “saya”
    btw, pertamax nih

  2. Ircham
    19 Desember 2008 pukul 16:51

    hmmm….

    betul juga ya, emang efek dari menggunakan bahasa jawa plus indonesia dalam berbagai kesempatan kayaknya…

    tengkyu tengkyu,,,

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: