Beranda > Fiksi(kah?) > Percakapan Dua Orang Yang Menarik

Percakapan Dua Orang Yang Menarik

Eh, ada percakapan dua orang yang bagus sekali nih. Ada seorang pria ke-PEDE-an dan wanita dengan kepribadian baik tetapi sedikit aneh sedang bercakap-cakap di sebuah warung fotocopy. Sebut saja nama mereka Co dan Ce. Mereka adalah sahabat lama yang telah lama berpisah. Karena satu SMA dulu, akhirnya sang pria berani menyapa terlebih dahulu.

Co : ”Assalaamu’alaikum. Hei, apa kabar? Lama ga ketemu kayaknya ya?”

Ce : ”Wa’alaikumsalam. Hei juga, alhamdulillah baik. Wah kamu apa kabar juga? Iya, kok kayaknya lama banget ga ketemu ya. Sibuk apa sekarang nih?”

Co : ”Alhamdulillah aku juga baik. Lagi sibuk-sibuknya kerja nih. Alhamdulillah aku sekarang mengajar di kampus itu, baru beberapa bulan sih. Eh, kamu udah lulus kuliah kan?”

Ce : ”Wah, jadi dosen ya? Keren-keren. Alhamdulillah aku juga udah lulus, ini lagi fotokopy ijasah sama berkas-berkas lain. Lagi hunting pekerjaan nih. Oh, udah hampir selesai tuh fotokopiannya” .

Co : ”Kok kayaknya tergesa-gesa. Mau kemana lagi?”.

Ce : ”Iya nih, ada-ada aja temanku yang satu ini, aku ditunggu di kosnya, katanya mau curhat gitu”.

Co : ”Oh gitu, yah sudahlah. Eh, kamu punya obeng ga?”.

Ce : ”Waduh, ga je. Buat apa?”.

Co : ”Oh gapapa, tapi nomor hape punya kan? Aku minta ya?”.

Ce : ”Hoh, dasar!! Ini nomor hapeku : +62858xxxxxxxx. Eh kalau ada info kerja, tolong kasih tahu ya”.

Co : ”Wah, nomor hapemu kok cantik? Eh sebentar, aku catat dulu. Btw kamu punya pensil 5B ga?”.

Ce : ”Waduh, ga juga. Buat apa emangnya?”

Co : ”Oh gapapa juga, sudah aku duga, tapi id messenger punya kan?”

Ce : ”Dasar kamu ya, nih id-ku : namalengkapce@ ya**o.com, messenger di ya**o aja ya, aku cuma punya itu soalnya, nanti di add ya.”.

Co : ”Iya tenang aja, nanti kalau ada info pekerjaan kan mending tak omongin via chat aja. Kelamaan kalau via sms. Eh, nanti kalau tak sms dan kamu ada waktu, langsung online ya”.

Ce : ”Oke deh. Eh aku duluan ya. Udah ditungguin temenku nih. Terima kasih untuk percakapan yang unik ini ya. Assalaamu’alaikum…”

Co : ”Yup, sama-sama. Wa’alaikumsalam. Sampai ketemu lagi ya”.

Akhirnya kedua insan ini berpisah. Mereka sibuk dengan takdir masing-masing. Seminggu kemudian, pada suatu pagi si Co mengirim sebuah sms pada sahabat lamanya tadi, ”Assalaamu’alaikum. Eh bisa online ga? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu”. Karena si Ce juga tidak terlalu sibuk, dia segera membalas sms sahabatnya tadi, ”Wa’alaikumsalam. Oh baiklah, aku segera online. Nanti BUZZ aku lebih dulu ya…”.

Berikut adalah percakapan mereka via chat di yahoo messenger.

Co : “BUZZ!! Assalaamu’alaikum…”

Ce : ”Wa’alaikumsalam. Oh, ini id-mu to? Kok jelek banget sih? Ada _item-nya segala? Lagi ga ngajar ya?”.

Co : ”Yee, sudahlah id-ku jangan dipermasalahkan. Aku lagi free pagi ini. Ngajarnya nanti siang pukul 13.00. Eh, kamu ga sibuk kan? Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan agak lama soalnya”.

Ce : ”Oh gitu. Ga kok, cucianku udah tak jemur. Aku juga udah bersih-bersih kamar tadi. Begini ini kalau nganggur, belum punya pekerjaan sih, hehehe. Eh, ada apa ini-ada apa ini?!”

Co : ”Oh, syukurlah kalau begitu. Begini, aku ingin menginformasikan bahwa ada lowongan pekerjaan di PT. XXX. Coba masukkan aja surat lamarannya. Info lengkapnya ada di situs ini : http://namalengkapp erusahaan. com/lowongan. Kalau bisa segera, karena kalau ga salah, batas akhirnya dua minggu lagi”.

Ce : ”Alhamdulillah. Baik, akan aku segera masukkan surat lamaranku dan persyaratan lainnya. Terima kasih banyak ya”.

Co : ”Heh, jangan berterima kasih dulu. Kan belum diterima. Eh, aku boleh tanya-tanya sedikit ga?”

Ce : ”Iya, boleh silakan. Mau tanya-tanya apa?”


aku2


Co : ”Begini, pertama aku ingin bertanya apakah kau sudah ada yang melamar? Dan apakah kau sudah siap untuk menikah? Lebih khusus lagi, apakah kau sedang menunggu laki-laki lain melamarmu?”

Ce : ”Waduh, kok kamu tanya yang beginian sih?”

Co : ”Oh gapapa kok. Aku hanya berniat untuk menikahimu. Itu kalau jawabannya berturut-turut adalah : BELUM, SUDAH dan TIDAK”


Tiga menit kemudian …..

Co : ”BUZZ!!”

Co : ”BUZZ!!”

Co : ”Yee, ditanya kok diam? Harusnya dijawab kan?”


Akhirnya si Ce pun menjawab…

Ce : ”Aku lagi nangis tahu!! Kenapa kau melamarku dengan cara seperti ini? Ga romantis banget sih…”

Co : ”Heh, jangan nangis dulu. Pertanyaanku kan belum dijawab? Apakah engkau menangis karena jawabannya berturut-turut adalah : BELUM, SUDAH, dan TIDAK?”

Ce : ”Hiks3x…Iya!!”

Co : ”Oh, syukurlah kalau begitu. Aku lega jadinya.”

Ce : ”Tunggu dulu, sebelum kau lanjutkan, aku juga mau tanya-tanya sedikit. Boleh ya?”

Co : ”Oh iya, silakan. Boleh kok. ”

Ce : ”Kenapa kau baru berani melamarku saat ini? Karena aku merasa bahwa kau menyukaiku sejak lama. [Benar ga sih?:P]”

Co : ”Baiklah, akan aku jawab. Yang pasti aku sudah berumur 25 tahun lebih saat ini, aku juga sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri, dan yang paling penting adalah bahwa aku sudah siap untuk menikah. Kamu kok GR banget to? [hehehe…P]”

Ce : ”Hoh, kalau alasan kedua dan ketiga bisa aku terima karena wanita mana pun pasti mensyaratkan dua alasan tadi. Tapi alasan yang pertama, kenapa harus menunggu 25 tahun?”

Co : ”Syukurlah kalau dua alasan terakhirku diterima. Untuk alasan yang pertama, ini lebih ke prinsip hidupku sebagai laki-laki saja menurutku. Panjang kalau aku jelaskan. Mungkin hal ini sama halnya dengan alasanmu mempertahankan keperawananmu sampai saat ini, yang aku yakin itu adalah salah satu prinsipmu sebagai perempuan. Maaf kalau agak berlebihan ya…”

Ce : ”Oh, baiklah kalau begitu. Lagipula kalau kau tidak mempertahankan alasan pertama itu sampai sekarang, tidak mungkin akan ada percakapan ini kan?”

Co : ”Oh iya, kamu benar juga yah. Eh, kalau boleh jujur, spekulasimu tadi memang tepat, bahwa aku memang telah menyukaimu sejak lama. Dan aku berterima kasih padamu untuk itu…”.

Ce : ”Loh, kenapa harus berterima kasih?”

Co : ”Karena perasaan tadi berperan besar dalam pembentukan pribadiku saat ini. Terkadang aku dibuatnya tertawa walaupun seringkali pula aku dibuatnya menangis…”

Ce : ”Kau mencoba merayuku ya? Yee, kok laki-laki menangis? Cengeng!!”

Co : ”Heh, jangan gitu. Ini serius. Aku sering menangis di atas sujudku pada Allah, seraya berkata pada-Nya, “Ya Allah, ya Rabb. Mengapa perasaan ini bersemayam begitu lama? Apa yang ingin Kau tunjukkan padaku? Aku mohon kuatkanlah hatiku, ya Tuhanku”. Pertanyaan seperti ini sering keluar di akhir shalatku, dan ini membuatku semakin mendekati Tuhanku untuk meminta perlindungan- Nya dan memohon sedikit kekuatan-Nya untukku”.


aku2


Ce : ”Subhanallah. Kok sampai sebegitunya sih? Apakah itu yang disebut cinta?”

Co : ”Bukan cinta menurutku. Heh, hari gini masih ngomongin cinta!! Ngapain berjuang demi cinta kalau ada permen Alpe***ebe, karena ada cinta di setiap Alpe***ebe. Kamu ga tahu po?”

Ce : ”Urghhh, pliss deh!! Yang serius dong…”

Co : ”Iya ini juga serius. Ini hanya perasaan yang akan menyerang setiap insan menurutku, yang pasti adalah merasa suka kepada lawan jenis. Aku yakin kau pun pernah merasakannya”

Ce : ”Iya, kau benar. Sudahlah jangan dibahas, hanya memendam luka lama. Ceileeeh. Eh, gimana jadi melamarku ga? Kita ta’aruf dulu aja yah, via chat. Aku ga mau via sms, aku juga ga mau ketemuan kalau ga bener-bener penting. Kita saling menjaga diri dan hati yah…”.

Co : ”Alhamdulillah. Iya, insyaAllah maksimal satu atau dua bulan setelah hari ini aku akan ke rumahmu bersama orang tuaku untuk ”rembug tuwa” atau acara lamaran. Namun, sebelumnya kita saling mengenal terlebih dahulu, dan lebih khusus lagi menyamakan visi dan misi pernikahan kita. Subhanallah, terima kasih banyak ya sudah diingatkan”

Ce : ”Eh, boleh tanya ga? Aku sungguh ga menyangka kalau sebenarnya kau sedang mencari istri. Kenapa kau tidak melalui murobbi (guru ngaji)-mu atau lewat sahabatmu?”

Co : ”Hemm, bagaimana ya? Ini hanya masalah keberanian aja menurutku. Sudah ya, jangan dipermasalahkan. Lagipula kau pun sudah sutuju untuk berta’aruf (berkenalan lebih jauh) denganku, iya kan?”

Ce : ”Iya sih, ya sudahlah. Terima kasih ya atas lamaran yang unik ini. Perasaanku ga bisa aku gambarkan dengan kata-kata saat ini…”

Co : ”Heh, pliss deh, jangan lebay gitu!! Biasa aja kali…”

Ce : “Yee, biarin aja!! Eh, udahan ya. Hampir masuk waktu Dhuhur nih. Kita persiapan shalat dulu yuk. Nanti kapan-kapan kita lanjutkan lagi proses ta’aruf (perkenalan) ini”

Co : ”Asytaghfirullah. ..Iya-iya, kita keasyikan chat gini sih!!. Eh terakhir, boleh aku meminta sesuatu?”

Ce : ”Iya, silakan. Setelah itu aku juga mau tanya terakhir, boleh ya?”

Co : ”Kalau kita jadi menikah nanti, tolong bantu aku merawat dan menjaga rumah tangga kita ya. Aku tidak ingin perasaan yang bersemayam sejak lama ini dan kemudian berhasil diobati, harus luluh lantah akibat keegoisan semata. Kita saling mengingatkan ya. Oh iya, katanya mau tanya?”

Ce : ”Iya, aku tahu itu, kamu tenang aja. Yee, itu kan kalau kita jadi menikah. Hehehe. Begini, kalau kita jadi menikah nanti, aku masih boleh bekerja kan?”.

Co : ”Oh boleh kok, aku juga ingin ilmu yang kau pelajari selama kuliah lebih bermanfaat dan dapat diaplikasikan dalam dunia kerja. Namun aku takut sebenarnya.”

Ce : ”Takut apa?”.

Co : ”Takut kalau-kalau peran gandamu nanti membuatmu kelelahan dan terlebih lagi membuat kewajibanmu sebagai istri sekaligus ibu rumah tangga terbengkalai” .

Ce : ”Oh, kalau itu kau tenang saja. Kalau dirasa aku tidak dapat membagi waktuku dengan baik nantinya, aku akan lebih mengutamakan keluarga dan kalau perlu aku akan berhenti bekerja. Aku janji itu”.

Co : ”Alhamdulillah. Syukurlah kalau begitu”.

Ce : ”Eh udahan ya. Sekali lagi aku ucapkan banyak terima kasih atas info perkerjaannya dan semua yang kau lakukan pagi ini. Wassalaamu’alaikum. ..”

Co : ”Iya sama-sama. Wa’alaikumsalam. Alhamdulillah. Terima kasih ya Allah, ya Rabb. Ternyata kalau jodoh tidak akan kemana…”


Kalimat salam di atas menutup percakapan dua insan yang berbeda tadi. Akhirnya mereka menikah pada waktu yang ditentukan setelah melalui beberapa proses ta’aruf (saling mengenal) satu sama lain.

Bagi Anda yang belum menikah, jika Anda menyukai percakapan di atas, silakan digunakan dengan baik dan bijaksana. Terus terang aku ingin sekali menggunakan beberapa penggal percakapan di atas untuk melamar calon istriku kelak, tidak semuanya pastinya. Ingatlah, di dunia ini apapun bisa terjadi. Mohon maaf kalau ada pihak yang tidak berkenan atas tulisan ini. Ya Allah, ya Rabb, mohon maafkan aku kalau ada kesalahan dalam tulisanku kali ini.

(http://samsul-arifin.math.web.id)

Kategori:Fiksi(kah?)
  1. ainggoblog
    17 Januari 2009 pukul 08:36

    Kenapa menunda?
    Pun menunda, kenapa terus “merengek”?
    Buat apa?
    (Kau tentu tahu bahwa tidak dalam konteks positif-negatif pertanyaan aing)

  2. 21 Januari 2009 pukul 11:43

    wehehhe…postingan yang lucu,,,ngebacanya gak bikin bosen,,, hebat juga kata2nya itu,,, ndak romantis tp lucu !!!

  3. 23 Januari 2009 pukul 09:31

    @ ainggoblog
    Bukan menunda, tetapi ketetapan belum berpihak pada kenyataan…
    (kau tentu tahu saya berbicara tidak dalam konteks benar atau salah)

    @hanna
    Terima kasih, itu tulisan teman saya, kalo romantis dan lucu sekaligus, jadinya kan aneh…

  4. esha
    25 Februari 2009 pukul 14:58

    Hehe.. Rona banget tulisannya!
    Udahlah Ron, segera aplikasikan saja..
    Tapi klo keadaan belum mendukung, yaa..bersabarlah.
    Moga penantian itu berbuah “kebahagiaan”.🙂

  5. 26 Februari 2009 pukul 08:52

    @ esha

    Apa Sha? aku banget?
    masa sih, jadi pengen mengaplikasikan hahaha

    amiiin,, thanks doanya bro…

  6. eLQju
    3 Maret 2009 pukul 07:48

    mandan….

    apik…..

    tapi….

    mandan imposible juga….

  7. risma monica
    23 Maret 2010 pukul 17:21

    bgus banget..
    tambh yang lebih romantiz donk????

  8. ya2n
    29 April 2010 pukul 18:22

    wah kreatif banget kamu, tapi wordpressnya g da animasinya?

  9. 14 Juli 2011 pukul 21:21

    brave enough?😀

  10. 17 Januari 2012 pukul 19:03

    Kunjungi http://www.faktakita.com yaa
    follow juga boleh ^^
    Thanks

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: