Arsip

Archive for Oktober, 2009

Dana NGO, Pedang Bermata Dua

29 Oktober 2009 2 komentar

MENJADI benar-benar mandiri itu memang sulit. Apalagi apabila tuntutan tersebut ditujukan kepada LSM, yang dalam orientasi kerjanya sangat menabukan keuntungan. Sulit dipahami gerak sebuah organisasi non profit bisa bertahan di tengah gempuran kapitalisme saat ini. Namun apa mau dikata, itulah perjalanan organisasi non pemerintah di negeri ini. Bahkan, ironisnya, menyandang kata “swadaya” pun dianggap terlalu berlebihan, lantaran sama sekali tidak terlihat unsur swadaya di sana. Baca selanjutnya…

Iklan
Kategori:Fiksi(kah?)

Organisasi Nonpemerintah di Tengah Gugatan dan Hujatan

29 Oktober 2009 1 komentar

Pengantar Redaksi

DI Puncak, Jawa Barat, pada 31 Oktober sampai 1 November 2002 Harian Umum Kompas menyelenggarakan temu aktivis lembaga swadaya masyarakaat (LSM) dari berbagai kota di Jawa. Pertemuan bertopik “Menggugat Eksistensi dan Peran LSM” itu menghadirkan narasumber Nursyahbani Katjasungkana, Entjeng Sobirin Nadj, Binny Buchori, George Dominggo Rinels Hormat, dan Moeslim Abdurrachman. Pertemuan dimoderatori Agus Sudibyo, Zuhairi Misrawi, dan Ikhsan Malik. Berikut ini empat catatan atas pertemuan tersebut, yang masing-masing dimuat di halaman ini, 28, 29, dan 30.

*** Baca selanjutnya…

Kategori:Fiksi(kah?)

AS Rahasiakan Obat Kanker dari Buah Sirsak

26 Oktober 2009 9 komentar

Sebuah penelitian di Purdue University membuktikan bahwa buah sirsak mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker prostat, pankreas, dan paru-paru.

Beberapa waktu belakangan di beberapa milis kesehatan dan e-mail pribadi beredar informasi tentang manfaat dan khasiat dari buah sirsak. Isi dari informasi itu cukup membuat kehebohan dan kegembiraan untuk para penderita kanker. Baca selanjutnya…

Kategori:Health

Karena Memilih Al Quran (part 1)

Sore itu disebuah masjid kampus di sebuah universitas negeri di Jakarta bertemulah dua sahabat karib yang sudah lama tidak berjumpa. Yang seorang bernama Fatimah dan yang seorang lagi bernama Eka. Setelah sekian lama tidak bertemu mereka berdua banyak membicarakan hari-hari selama mereka berpisah. Maklum saja, sejak lulus SMA keduanya berpisah jarak yang cukup jauh. Fatimah kuliah di Turki dan Eka melanjutkan di Universitas Indonesia. Walaupun mereka sering berkomunikasi melalui handphone maupun email, tetap saja pertemuan kedua sahabat itu sangat spesial. Baca selanjutnya…

Kategori:Fiksi(kah?)