Arsip

Archive for the ‘Curahan hati…’ Category

Doa dan prasangka

7 Juli 2009 2 komentar

Malam Jum’at di Masjid Rungkut Jaya. Suatu kali.
“Saya pernah berdoa yang tak biasa, Pak,” kata Bu Kus membuka sesi pertanyaan. “Apa itu, Bu Kus?” tanya Pak Suherman Rosyidi, Sang Ustadz. “Suatu kali saya berdoa: Ya Allah, jadikan saya isteri yang selalu terlihat cantik di mata suami.” “Doa yang bagus, dong,” sergah Pak Ustadz, “lalu apa yang terjadi?” “Ya, memang bagus, Pak Herman. Tetapi, esok harinya wajah saya mulai ditumbuhi jerawat yang saya tidak tahu darimana datangnya. Baca selanjutnya…

Iklan
Kategori:Curahan hati...

Nafkah Istri, yang mana ya?

11 September 2008 Tinggalkan komentar
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Ustad sering membahas tentang harta Isteri, tapi saya belum menemukan jawaban tentang harta yang mana yang dimaksud dengan Harta Isteri? Apakah penghasilan selama bersuami juga dianggap harta Isteri dan suami tidak punya hak atas harta tersebut?
Wassalam
VB
Kimunk

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Harta isteri adalah harta milik isteri, baik yang dimiliki sejak sebelum menikah, atau pun setelah menikah. Harta isteri setelah menikah yang terutama adalah dari suami dalam bentuk nafaqah (nafkah), selain juga mungkin bila isteri itu bekerja atau melakukan usaha yang bersifat bisnis.
Khusus masalah nafkah, sebenarnya nafkah sendiri merupakan kewajiban suami dalam bentuk harta benda untuk diberikan kepada isteri. Segala kebutuhan hidup isteri mulai dari makanan, pakaian dan tempat tinggal, menjadi tanggungan suami.
Dengan adanya nafkah inilah kemudian seorang suami memiliki posisi qawam (pemimpin) bagi isterinya, sebagaimana firman Allah SWT:
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء بِمَا فَضَّلَ اللّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ
Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. (QS. An-Nisa’: 34)
Namun yang seringkali terjadi, sebagian kalangan beranggapan bahwa nafkah suami kepada isteri adalah biaya kehidupan rumah tangga saja. Pemandangan sehari-harinya adalah suami pulang membawa amplop gaji, lalu semua diserahkan kepada isterinya.
Cukup atau tidak cukup, pokoknya ya harus cukup. TInggallah si isteri pusing tujuh keliling, bagaimana mengatur dan menyusun anggaran belanja rumah tangga. Kalau isteri adalah orang yang hemat dan pandai mengatur pemasukan dan pengeluaran, suami tentu senang.
Yang celaka, kalau isteri justru kacau balau dalam memanaje keuangan. Alih-alih mengatur keuangan, yang terjadi justru besar pasak dari pada tiang. Ujung-ujungnya, suami yang pusing tujuh keliling mendapati isterinya pandai membelanjakan uang, plus hobi mengambil kredit, aktif di arisan dan berbagai pemborosan lainnnya.
Padahal kalau kita kembalikan kepada aturan asalnya, yang namanya nafkah itu lebih merupakan ‘gaji’ atau honor dari seorang suami kepada isterinya. Sebagaimana ‘uang jajan’ yang diberikan oleh seorang ayah kepada anaknya.
Adapun kebutuhan rumah tangga, baik untuk makan, pakaian, rumah, listrik, air, sampah dan semuanya, sebenarnya di luar dari nafkah suami kepada isteri. Kewajiban mengeluarkan semua biaya itu bukan kewajiban isteri, melainkan kewajiban suami.
Kalau suami menitipkan amanah kepada isterinya untuk membayarkan semua biaya itu, boleh-boleh saja. Tetapi tetap saja semua biaya itu belum bisa dikatakan sebagai nafkah buat isteri. Sebab yang namanya nafkah buat isteri adalah harta yang sepenuhnya menjadi milik isteri.
Kira-kira persis dengan nafkah di awal sebelum terjadinya akad nikah, yaitu mahar atau maskawin. Kita tahu bahwa sebuah pernikahan diawali dengan pemberian mahar atau maskawin. Dan kita tahu bahwa mahar itu setelah diserahkan akan menjadi sepenuhnya milik isteri.
Suami sudah tidak boleh lagi meminta mahar itu, karena mahar itu statusnya sudah jadi milik isteri. Kalau seandainya isteri dengan murah hati lalu memberi sebagian atau seluruhnya harta mahar yang sudah 100% menjadi miliknya kepada suaminya, itu terserat kepada dirinya. Tapi yang harus dipastikan adalah bahwa mahar itu milik isteri.
Sekarang bagaimana dengan nafkah buat isteri?
Kalau kita mau sedikit cermat, sebenarnya dan pada hakikatnya, yang disebut dengan nafkah buat isteri adalah harta yang sepenuhnya diberikan buat isteri. Dan kalau sudah menjadi harta milik isteri, maka isteri tidak punya kewajiban untuk membiayai penyelenggaraan rumah tangga. Nafkah itu ‘bersih’ menjadi hak isteri, di luar biaya makan, pakaian, bayar kontrakan rumah dan semua kebutuhan sebuah rumah tangga.
Mungkin Anda heran, kok segitunya ya? Kok matre’ banget sih konsep seorang isteri dalam Islam?
Jangan heran dulu, kalau kita selama ini melihat para isteri tidak menuntut nafkah ‘eksklusif’ yang menjadi haknya, jawabnya adalah karena para isteri di negeri kita ini umumnya telah dididik secara baik dan ditekankan untuk punya sifat qana’ah.
Saking mantabnya penanaman sifat qana’ah itu dalam pola pendidikan rumah tangga kita, sampai-sampai mereka, para isteri itu, justru tidak tahu hak-haknya. Sehingga mereka sama sekali tidak mengotak-atik hak-haknya.
Memandang fenomena ini, salah seorang murid di pengajian nyeletuk, “Wah, ustadz, kalau begitu hal ini perlu tetap kita rahasiakan. Jangan sampai isteri-isteri kita sampai tahu kalau mereka punya hak nafkah seperti itu.”
Yang lain menimpali, “Setuju stadz, kalau sampai isteri-isteri kita tahu bahwa mereka punya hak seperti itu, kita juga ntar yang repot nih ustadz. Jangan-jangan nanti mereka tidak mau masak, ngepel, nyapu, ngurus rumah dan lainnya, sebab mereka bilang bahwa itu kan tugas dan kewajiban suami. Wah bisa mejret nih kita-kita, ustadz.”
Yang lain lagi menambahi, “Benar ustadz, bini ane malahan sudah tahu tuh masalah ini. Itu semua kesalahan ane juga sih awalnya. Sebab bini ane tuh, ane suruh kuliah di Ma’had A-Hikmah di Jalan Bangka. Rupanya materi pelajarannya memang sama ame nyang ustadz bilang sekarang ini. Cuman bini ane emang nggak tiap hari sih begitu, kalo lagi angot doang.”
“Tapi kalo lagi angot, stadz, bah, ane jadi repot sendiri. Tuh bini kagak mao masak, ane juga nyang musti masak. Juga kagak mau nyuci baju, ya udah terpaksa ane yang nyuciin baju semua anggota keluarga.Wii, pokoknya ane jadi pusing sendiri karena punya bini ngarti syariah.”
Menjawab ‘keluhan’ para suami yang selama ini sudah terlanjur menikmati ketidak-tahuan para isteri atas hak-haknya, kami hanya mengatakan bahwa sebenarnya kita sebagai suami tidak perlu takut. Sebab aturan ini datangnya dari Allah juga. Tidak mungkin Allah berlaku berat sebelah.
Sebab Allah SWT selain menyebutkan tentang hak-hak seorang isteri atas nafkah ‘eksklusif’, juga menyebutkan tentang kewajiban seorang isteri kepada suami. Kewajiban untuk mentaati suami yang boleh dibilang bisa melebihi kewajibannya kepada orang tuanya sendiri.
Padahal kalau dipikir-pikir, seorang anak perempuan yang kita nikahi itu sejak kecil telah dibiayai oleh kedua orang tuanya. Pastilah orang tua itu sudah keluar biaya besar sampai anak perawannya siap dinikahi. Lalu tiba-tiba kita kita datang melamar si anak perawan itu begitu saja, bahkan kadang mas kawinnya cuma seperangkat alat sholat tidak lebih dari nilai seratus ribu perak.
Sudah begitu, dia diwajibkan mengerjakan semua pekerjaan kasar layaknya seorang pembantu rumah tangga, mulai dari shubuh sudah bangun dan memulai semua kegiatan, urusan anak-anak kita serahkan kepada mereka semua, sampai urusan genteng bocor. Sudah capek kerja seharian, eh malamnya masih pula ‘dipakai’ oleh para suaminya.
Jadi sebenarnya wajar dan masuk akal kalau untuk para isteri ada nafkah ‘eksklusif’ di mana mereka dapat hak atas ‘honor’ atau gaji dari semua jasa yang sudah mereka lakukan sehari-hari, di mana uang itu memang sepenuhnya milik isteri. Suami tidak bisa meminta dari uang itu untuk bayar listrik, kontrakan, uang sekolah anak, atau keperluan lainnya.
Dan kalau isteri itu pandai menabung, anggaplah tiap bulan isteri menerima ‘gaji’ sebesar sejuta perak yang utuh tidak diotak-atik, maka pada usia 20 tahun perkawinan, isteri sudah punya harta yang lumayan 20 x 12 = 240 juta rupiah.
Lumayan kan?
Nah hartai tu milik isteri 100%, karena itu adalah nafkah dari suami. Kalau suami meninggal dunia dan ada pembagian harta warisan, harta itu tidak boleh ikut dibagi waris. Karena harta itu bukan harta milik suami, tapi harta milik isteri sepenuhnya. Bahkan isteri malah mendapat bagian harta dari milik almarhum suaminya lewat pembagian waris.
Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmad Sarwat, Lc
Kategori:Curahan hati...

Puasa pertama, kuliah pertama

2 September 2008 1 komentar

Kemarin tanggal 1 September 2008 merupakan hari yang akan selalu kukenang. Pada hari itulah puasa hari pertama 1 Ramadhan 1429 H dimulai dan bertepatan dengan kuliah pertama saya. Sore itu sambil menunggu waktu berbuka puasa saya masih di kantor sendirian. Nonton tv sambil membaca koran.

Setelah berbuka puasa, saya segera sholat maghrib dan menuju ke kampus. Dengan mikrolet A01 tujuan Kampung Melayu saya segera menuju kampus. Anehnya lagi dari kantor sampai ke Kramat hanya saya sendiri penumpangnya. Akhirnya sang sopir mempersilahkan saya untuk “nyambung” ke angkot yang lain tanpa harus membayar. Saya pun turun dan mencari angkot lain yang sudah mau berangkat. Setelah berjalan beberapa meter, ternyata ada tiga teman saya yang sedang berjalan menuju kampus. Mereka kuajak naik sehingga sekarang saya berempat bersama teman-teman saya tadi.

Sebenarnya jadwal kuliah yang tertera dijadwal adalah pukul 18.00. Akan tetapi karena waktu berbuka yang sudah mendekati pukul 18.00 dan adanya jarak yang harus ditempuh, akhirnya saya tetap telat datang ke kampus. Walaupun sudah terlambat sekitar 45 menit, ternyata ruangan kuliah belum dibuka sehingga banyak mahasiswa baru yang memenuhi lorong lantai 3 tersebut.

Kuliahpun dimulai dengan sedikit pengarahan dari Bapak Dosen. Dilanjutkan dengan pemahaman conceptual framework atas laporan keuangan. Materi yang pernah saya peroleh di kampus lama saya tetapi ada sedikit refreshing karena di sini kita lebih ditekankan pada pendalaman konsep sebelum mulai menuju Problem Basis Learning (PBL).

Pukul 20 lebih sedikit perkuliahan pertama saya tersebut diakhiri. Setelah ngobrol-ngobrol sebentar, saya segera pulang ke kos. Rasanya capek sekali, tetapi ada sesuatu yang membuatku senang dan selalu memiliki motivasi untuk terus semangat. Semoga hari-hari selanjutnya selalu menyenangkan dan penuh semangat.

SEMANGAT!!! Baca selanjutnya…

Kategori:Curahan hati...

Training Multimedia… more patient…

wah…

Lama banget tidak ngepost lagi di sini.

Saat saya menulis ini, saya sedang mengikuti training multimedia yang diadakan oleh kantor saya. Training ini berisi materi-materi aplikatif atas beberapa macam software seperti excel, powerpoint, adobe photoshop, dan trik-trik yang ada di dalamnya. Materi ini cukup manarik karena ada beberapa hal baru yang saya peroleh, terutama pada materi adobe photoshop.

Pertanyaannya adalah mengapa saya sempet-sempetnya mengepost tulisan ini di saat training sedang berlangsung? Jawabannya karena laptop yang saya pakai begitu lemotnya sehingga untuk membuka menu excel saja memerlukan waktu sekitar satu menit. Iya satu menit, belum lagi untuk membuka powerpoint ataupun photoshop. Apalagi pas ada menu download video untuk dimasukkan dalam slide presentasi, laptop ini seakan menguji kesabaran saya dalam menunggu “tabung pasir” bolak balik sampai bosen. Dalam hati saya kesal, tetapi apa daya, ini laptop juga saya “CUMI” meminjam istilah sebuah iklam provider seluler, cuma minjem… bayangkan apabila dalam training ini saya tidak membawa laptop. Bisa lebih mengetes kesabaran saya sampai batas mana. Akhirnya saya tidak jadi mendownload video yang akan digunakan. Saya memilih untuk tidak memasukkan video dalam slide presentasi saya. Walaupun nantinya bisa dapat nilai jelek ataupun tidak mendapat sertifikat, saya rela. Bukan menyalahkan keadaan, tapi apa daya… Dengan RAM yang cuma 256 MB dan Bandwicth sebesar 128 Kbps yang dipakai sekitar 20 orang, bener-bener membuat kelimpungan bagi saya yang sudah terbiasa dengan Speedy di kantor.

Saya berusaha menangkap pelajaran yang diberikan secara verbal saja. Sambil sesekali mempraktekakannya, tentunya dengan sedikit kesabaran tambahan untuk menunggu loading.

Dari training ini saya belajar sesuatu yang lain. Di saat kita terbiasa dengan sesuatu yang nyaman, kita akan merasakan hal yang sebaliknya seandainya sesuatu yang nyaman tersebut hilang atau sudah tidak ada lagi di hadapan kita.  Siapkah kita jika “sesuatu yang nyaman” bernama kehidupan ini hilang dari diri kita?

Marhaban ya Ramadhan…

Semangat!!! (inspired by my sister)

Kategori:Curahan hati...

Seseorang yang mencintaimu

17 Juni 2008 2 komentar

Seseorang yang mencintai kamu… Tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintaimu… Dia hanya tau, dimata dia,kamulah satu satunya…

Seseorang yang mencintai kamu… Sebenarnya selalu membuatmu marah /gila/jengkel / stres… Tapi ia tidak pernah tau hal bodoh apa yg sudah ia lakukan… Karna semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu.

Seseorang yang mencintai kamu… Jarang memujimu, tetapi di dalam hatinya kamu adalah yg terbaik… Hanya ia yang tau…

Seseorang yang mencintai kamu… Akan marah-marah atau mengeluh jika… Kamu tidak membalas pesannya atau telpnya… Karna ia peduli dan ia tidak ingin sesuatu terjadi ke kamu…

Seseorang yang mencintai kamu… Hanya menjatuhkan airmatanya dihadapanmu… Ketika kamu mencoba untuk menghapus airmatanya… Kamu telah menyentuh hatinya… Dimana hatinya selalu berdegup / berdenyut /bergetar untuk kamu…

Seseorang yang mencintai kamu… Akan mengingat setiap kata yg kamu ucapkan… Bahkan yang tidak sengaja dan ia akan selalu… Menggunakan kata2 itu tepat waktunya…

Seseorang yang mencintai kamu… Tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah… karna ia tidak mau mengingkari janjinya… Ia ingin kamu untuk mempercayainya dan ia ingin… memberikan hidup yang paling bahagia dan aman selama lamanya untukmu.

Seseorang yang mencintai kamu… Mungkin tidak bisa mengingat kejadian /kesempatan istimewa… Seperti perayaan hari ulang tahunmu… Tapi ia tau bahwa setiap detik yang ia lalui… Ia mencintai kamu, tidak peduli hari apakah hari ini…

Seseorang yang mencintai kamu… Tidak mau berkata aku mencintaimu dengan mudah… Karna segalanya yang ia lakukan untuk kamu adalah… Untuk menunjukkan bahwa ia siap mencintaimu… Tetapi hanya ia yang akan mengatakan kata I Love You pada situasi yang spesial… Karna ia tidak mau kamu salah mengerti… Dia mau kamu mengetahui bahwa ia mencintai dirimu…

Seseorang yang benar2 mencintai kamu… Akan merasa bhw sesuatu harus dikatakan sekali saja… Karna ia berpikir bahwa kamu telah mengerti dirinya… Jika berkata terlalu banyak… Ia akan merasa bahwa tidak ada yang akan membuatnya bahagia / tersenyum…

Seseorang yang mencintai kamu… Akan pergi ke airport untuk menjemput kamu… Dia tidak akan membawa seikat mawar… Dan memanggilmu sayang seperti yang kamu harapkan. Tetapi, ia akan membawakan kopermu dan menanyakan… Mengapa kamu menjadi lebih kurus dalam waktu 2 hari?? Dengan hatinya yang tulus…

Seseorang yg mencintai kamu… Tidak tahu apakah ia harus menelponmu ketika kamu marah… Tetapi ia akan mengirimkan pesan setelah beberapa jam… Jika kamu menanyakan : mengapa ia telat menelepon…?? Ia akan berkata : Ketika kamu marah penjelasan dari dirinya semua hanyalah sampah. Tetapi,ketika kamu sudah tenang… Penjelasannya baru akan benar-benar menyejukan hati.

Seseorang yang mencintaimu… Akan selalu menyimpan semua benda yang telah kamu berikan… bahkan kertas kecil bertuliskan ’’I LOVE U ‘’ ada di dalam dompetnya…

Seseorang yg mencintaimu… jarang mengatakan kata-kata manis… Tapi kamu tau, ‘kecupannya’ sudah menyalurkan semua……

Seseorang yang mencintai kamu… Akan selalu berusaha membuatmu tersenyum… Dan tertawa walau terkadang caranya membingungkanmu…

Seseorang yang mencintai kamu… Akan membalut hatimu yang pernah terluka dan menjaganya dengan setulus hati… Agar tidak terluka lagi… Dan ia akan memberikanmu yang terbaik walau harus menyakiti hatinya sendiri…

Seseorang yang mencintaimu… Akan rela melepaskanmu pergi bila bersamanya kamu tidak bahagia… Dan ia akan ikut bahagia walau kamu yang dicintainya bahagia bersama orang lain…

Pernahkah kamu mencintai seperti itu ???? maka… Berbahagialah orang yg dicintai oleh dirimu….

(soulmat3.wordpress.com)

Kategori:Curahan hati...

Subject

Subject, dalam kamus bahasa Inggris berarti: kb. 1 pokok, persoalan (for discussion). 2 Gram.: pokok kalimat. 3 mata pelajaran (of intruction). 4 mata kuliah (of study). 5 warganegara.

Subjective, entah kenapa dalam kamus yang saya baca tidak terdapat kata ini. Mungkin sekali karena kamus yang saya baca subjective. Kamus ini hanya salah satu jenis kamus elektronik yang jumlahnya bejibun. Karena itu mungkin sekali dalam kamus yang saya baca kata ini tidak tersedia, tetapi dalam kamus yang lain tersedia, setidaknya dalam turunan katanya. Ngomong-ngomong tentang subyektif (di Indonesiakan), rasanya setiap diri kita sudah akrab dengan maksud kata ini. Subyektif yang saya maksudkan yaitu menilai sesuatu menurut sudut pandang pribadi, sesuai dengan persepsi orang yang bersangkutan. Sah-sah saja bagi setiap orang untuk menilai sesuatu menurut sudut pandangnya. Yang menjadi masalah adalah apabila antara satu orang dengan orang yang lain saling merasa benar dengan persepsi masing-masing. Keadaan ini bisa menimbulkan rasa yang kurang kondusif. Dimanapun, Di rumah, di sekolah, di kampus, di kantor, bahkan di lapangan.

Mengapa banyak orang belum bisa menerima perbedaan subjektifitas dengan baik? termasuk saya sendiri. Bagi saya sendiri, hal itu kadang-kadang memang berjalan di bawah alam sadar kita. Tatkala kita merenung sejenak, kenapa ya tadi saya tidak mencoba memahami sudut pandangnya? Padahal seandainya kita bisa memahami atau paling tidak mengerti persepsi dan sudut pandang orang lain, potensi diri kita akan ter up grade dan wawasan kita akan bertambah luas.

Karena itu, kita dan saya sendiri harus banyak belajar untuk mengerti, berempati, dan berusaha mengenal persepsi dan sudut pandang orang lain. Semoga di kemudian hari kita bisa menikmati perbedaan sudut pandang, perbedaan persepsi, dan yang sejenisnya untuk meningkatkan kreativitas dalam diri kita. Seperti salah satu judul skripsi sahabat saya yang belum selesai sampai tulisan ini diposting, “persepsi mahasiswa tentang pengauditan”, dalam persepsi saya, dia malas-malasan, akan tetapi setelah saya tanyakan alasannya secara langsung, perlu dicatat, saya menanyakan secara langsung, dia punya alasan yang kuat mengapa skripsinya belum juga selesai. Dan dengan tersenyum saya berkata, “persepsi dan subjektivitas kita memang berbeda kawan, tetapi bukan berarti kita tidak bisa menjadi sahabat kan?”

Untuk sahabatku, Luthfi Yunan, kapan kau akan menyelasaikan “persepsi”mu kawan? ^_^

keep in spirit…

Kategori:Curahan hati...

Yang Kurindu

3 April 2008 1 komentar

Sekuntum mawar dalam sebuah harapan

Mekar di pagi hari menyambut datangnya mentari

Semerbak sepanjang hari tuk meramaikan suasana taman hati

Tak layu di malam hari bersama purnama yang menerangi bumi

Kurindukan………

Sekuntum mawar dalam genggaman

Kelopaknya bukan gemerlap materi tapi kasih sayang Ilahi

Mahkotanya bukan kilauan intan permata tapi cahaya pekerti

Duri-durinya bukan kesombongan tapi pembenteng diri

Kurindukan………

Sekuntum mawar dalam keindahan

Dalam kemuliaan abadi

Dalam kesucian kasih Ilahi

Dalam kemurnian cinta hakiki

Kurindukan…………

Sekuntum mawar dalam keinginan

Sebagai teman sepanjang zaman

Kurindukan……..

Sekuntum mawar dalam lantunan do’a

Kelak kan hadir di depan mata

(PujanggA)

Kategori:Curahan hati...