Arsip

Archive for the ‘Fiksi(kah?)’ Category

Anjing Sedap Malam

21 Juli 2010 1 komentar

Cerpen Eko Tunas (Suara Merdeka, 18 Juli 2010)
LOLONG anjing terdengar di seluruh kota, bahkan dari jarak meluluh jauh. Membayang moncong-moncongnya mendongak ke kegelapan langit malam. Kekelaman tersaput kepulan asap menghitam dari gedung-gedung tinggi kotak-kotak nyala neon. Bagai bintang-bintang segi empat di antara mega mendung paling gulita. Bau api yang membakar meruap, dan api terus berkobar. “Adakah anjing yang manis, sayangku…?“ Suara di balik teriakan-teriakan parau. Adakah cinta telah berganti rupa, “…dan engkau tetap anjing kecil kesayanganku, manisku… manisku…?“

Lirih suaranya seperti lagu 60-an.

Bahkan anjing pun bisa menjadi lagu.

Juga lagu tentangmu… Baca selanjutnya…

Iklan
Kategori:Fiksi(kah?)

Karena Memilih Al Quran (part 2-end)

4 Januari 2010 1 komentar

Waktu terus berlalu sampai satu bulan setelah perbincangan mereka di masjid kampus. Kali ini mereka berjanji untuk bertemu di pinggir danau UI. Setelah menunggu sebentar, Eka menyambut sahabatnya tersebut dengan wajah tersenyum riang, namun menyimpan tanda tanya yang besar kepada sahabat terbaiknya itu.
“Imah, ayo ceritakan tentang wisudamu dan sesuatu yang harus kamu ceritakan padaku” Tanya Eka bersemangat. “Iya sabar nduk, mbokya ditanya kabarnya dulu, dah makan apa belum, udah gosok gigi apa belum, kok tiba-tiba nanyain yang serius-serius gitu”, jawab Fatimah dengan manyun. Fatimah kemudian bercerita bahwa dirinya terpaksa menolak lamaran Rachman karena sesuatu hal. Mendengar penuturan sahabatnya tersebut, Eka semakin bertanya-tanya mengapa sampai Fatimah menolak Rachman. Baca selanjutnya…

Kategori:Fiksi(kah?)

Mabrur tanpa berhaji…

4 Desember 2009 8 komentar

Suatu ketika Hasan Al-Basyri menunaikan ibadah haji. Ketika beliau sedang beristirahat, beliau bermimpi. Dalam mimpinya beliau melihat dua Malaikat sedang membicarakan sesuatu. Malaikat membicarakan bahwa tidak ada yang hajinya mabrur di tahun ini. Hal ini disebabkan karena riya’, ada yang tetangganya lebih memerlukan uang tetapi tidak dibantu dan malah pergi haji, ada yang hajinya sudah berkali-kali, sementara masih banyak orang yang tidak mampu, dan berbagai sebab lainnya. Namun tetap ada orang yang mendapatkan Pahala haji mabrur, meskipun orangnya tidak naik haji. Dia bernama Sa’id bin Muhafah, tukang sol sepatu di kota Damsyiq. Baca selanjutnya…

Kategori:Fiksi(kah?)

Kasus Bank Century dan Risiko Keuangan Negara

25 November 2009 1 komentar

Kasus Bank Century mencuat ketika Pemerintah melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS menyuntikkan modal sebesar Rp 6,76 triliun untuk menyelamatkan bank tersebut. Jumlah ini menjadi begitu besar dan menarik perhatian masyarakat karena dana penyelamatan Bank Century semula diperkirakan hanya sebesar Rp 632 miliar. Kenaikan jumlah ini mengakibatkan berbagai tudingan kepada Bank Indonesia (BI) dan Departemen Keuangan sebagai penentu kebijakan penyelamatan Bank Century pada 20 November 2008 melalui Komite Stabilitas Sistem Keuangan.

Dari kasus ini isu utama yang dipermasalahkan adalah mengenai tepat atau tidaknya keputusan penyelamatan Bank Century oleh Pemerintah pada November 2008. Pemerintah melalui BI dan Departemen Keuangan berpendapat bahwa penyelamatan Bank Century melalui suntikan dana tersebut sudah tepat dengan alasan untuk menghindari risiko sistemik yang mungkin timbul dari ditutupnya bank tersebut sehingga dikhawatirkan terulangnya kembali krisis keuangan seperti tahun 1998 lalu. Baca selanjutnya…

Kategori:Fiksi(kah?)

Balada seorang polisi…

23 November 2009 4 komentar

“Dasar Polisi, kerjaannya nyusahin orang saja!”, begitulah sumpah serapah seorang pengendara sepeda motor yang saya peringatkan agar mundur dan tidak melewati garis putih di sebuah lampu merah. Bukan hanya sekali dua kali saya mendapatkan omelan dan umpatan dari orang-orang di jalanan. Seakan sudah menjadi makanan sehari-hari, saya tetap berusaha tersenyum menanggapi hal tersebut. Saya terus saja melaksanakan tugas jaga saya hari itu seperti biasa. Menjaga lalu lintas sambil berpatroli di suatu perempatan merupakan tugas yang sering saya lakukan. Maklum saja, saya hanya seorang polisi rendahan dengan pangkat pas-pasan. Walaupun sudah cukup berumur, saya tetap bersedia untuk ditempatkan di jalanan yang panas dan berdebu. Saya percaya bahwa dimanapun saya bekerja, jika dilandasi dengan hati yang tulus akan memberikan hasil yang maksimal. Baca selanjutnya…

Kategori:Fiksi(kah?)

Saatnya Hedging BBM?

2 November 2009 2 komentar

Makmun

Peneliti Utama Badan Kebijakan Fiskal

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Anggito Abimanyu, dalam artikelnya berjudul “Mengantisipasi Ketidakpastian Ekonomi 2010″ yang dimuat di harian Republika pada 13 Oktober yang lalu, mengisyaratkan bahwa kemungkinan pemerintah untuk mengaplikasikan lindung nilai (hedging) pada risiko keuangan dan harga komoditas, terutama minyak, dan asuransi terjadinya kerusakan dari bencana alam, serta upaya meningkatkan kewaspadaan, diharapkan dapat mengurangi dampak negatif tersebut. Isyarat Kepala BKF di atas tentunya berkaitan dengan berbagai kemungkinan atau ketidakpastian yang akan terjadi pada 2010. Sebagaimana diketahui, setidaknya terdapat tiga hal yang menjadi faktor penyebab ketidakpastian pada tahun depan. Baca selanjutnya…

Kategori:Fiksi(kah?)

Dana NGO, Pedang Bermata Dua

29 Oktober 2009 2 komentar

MENJADI benar-benar mandiri itu memang sulit. Apalagi apabila tuntutan tersebut ditujukan kepada LSM, yang dalam orientasi kerjanya sangat menabukan keuntungan. Sulit dipahami gerak sebuah organisasi non profit bisa bertahan di tengah gempuran kapitalisme saat ini. Namun apa mau dikata, itulah perjalanan organisasi non pemerintah di negeri ini. Bahkan, ironisnya, menyandang kata “swadaya” pun dianggap terlalu berlebihan, lantaran sama sekali tidak terlihat unsur swadaya di sana. Baca selanjutnya…

Kategori:Fiksi(kah?)